Liburan!
Pernah nggak, sih, ngerasain dilema? Eits, bukan tentang cowok. Tapi dilema.
Saat kamu ngerasa bersalah sama dirimu sendiri karena harus memilih perasaan orang lain atau kata hatimu. Saat seseorang di dalam sana membuatmu begitu tertekan, lalu kamu memikirkan hal macam-macam.
Aku harusnya besok berangkat. Liburan ke Jogja lalu ke Solo. Kami sudah menyusun rencana sejak beberapa minggu yang lalu. Sudah cukup lama. Kami sudah bersiap-siap, membeli segala macam barang yang kami butuhkan, mulai dari makanan, minuman, sampai tiket kereta. Harusnya kami pergi rombongan. Tapi banyak sekali yang membatalkan dan akhirnya kami hanya membeli 4 tiket. Untuk aku, Kak Trap, Gesa, dan Kak Riri. Gesa akan jadi host kami disana.
Tapi beberapa jam yang lalu aku dapat kabar bahwa Kak Riri batal ikut. Ada tugas, katanya. Lagi-lagi, pembatalan. Kak Trap pasti sudah sangat kenyang dengan kekecewaan. Dan aku sudah mual. Aku benar-benar tidak tahan. Aku kecewa, apa jadinya rencana kami? Kami hanya pergi bertiga, malah, sebenarnya kami hanya berdua. Apalagi di Solo, sudah tidak ada Gesa. Banyak yang aku khawatirkan. Banyak.
Perasaanku jadi benar-benar buruk. Aku ingin menangis. Aku sudah tidak sanggup lagi memancarkan harapan untuk bersenang-senang. Setelah sekian banyak masalah dan bisa diselesaikan dengan senyum, kali ini rasanya bahan bakarku sudah habis. Aku benar-benar merasa bersalah pada Kak Trap. Dia sudah benar-benar semangat sejak awal. Dia sudah merencanakan segala hal. Semangat sekali dan aku benar-benar tidak tega mengatakan bahwa aku sudah redup. Aku ingin liburan ini dibatalkan.
Rasanya benar-benar sesak di kerongkongan, pusing di otak, dan cuaca hatiku benar-benar buruk. Mendung, hujan, badai, angin kencang, daun beterbangan, dahan-dahan bergoyang, orang-orang berlarian masuk rumah menutup pintu dan jendela. Aku tidak suka perasaan seperti ini. Siapa yang suka. Belum lagi otakku mulai memikirkan macam-macam. Dia kira ini firasat sesuatu yang buruk akan terjadi. Apa? Jangan menerorku seperti itu, otak. Aku benar-benar tidak suka. Aku tidak tega membunuh segala semangat Kak Trap. Aku merasa benar-benar jahat. Tapi aku takut. Benar-benar takut. Aku takut ini memang sebuah firasat.
Maaf, Kak. Aku takut. Kita ganti saja liburannya. Maaf. Maaf. Maaf.
Kau minta aku tidur, mungkin karena kau sudah tahu tidur mampu membuat aku tenang ketika aku bangun kembali. Aku tidak tahu. Kita coba lihat saja apa yang aku rasakan besok pagi.
Tea Chemistry Set by Art Lebedev
Adorned with a traditional Gzhel pattern, this ceramic chemistry set has been repurposed as a Russian tea set. The best kind of science is the type you can drink.
(via: yankodesign)
(via jtotheizzoe)
7,354 notes
Pshycadelics !: Ulangan dan Kepercayaan Diri ›
Kemarin, sekali lagi aku jadi tumbal di kelas waktu jam konseling. Bukan tumbal sih, sebenarnya… Tapi, perasaan setiap ada apa-apa, yang disuruh ngomong sama guru BP aku lagi aku lagi. Apa bentuk pertanggung jawaban *ranking*? Tapi, yang kali ini beda. Malah, aku lumayan senang.
Ceritanya begini….
1 note
Pshycadelics !: Tips Menidurkan Kucing ›
Dari buku “Back to School, Mallory” oleh Laurie Friedman
TIPS MENIDURKAN KUCING
Oleh: Mallory McDonald (persembahan untuk Cheeseburger, kucingku yang jago tidur)
Kebanyakan kucing suka tidur, baik lama maupun sebentar. Tapi, kalau kamu punya kucing yang agak susah tidur, inilah beberapa tips…
1 note
memeng kecil :3









